25 kumpulan kata kata sedih

Biarkan aku menjadi mawar di sudut meja, yang mampu menggambar keindahan namun tak terucap dengan kata, anonim.

Sukar sekali meraih tawa dalam air mata, jika bayangmu merecoki imajinasiku, namun kau yang menganggapku seumpama Pengacau anonim.

Bahagia bersamamu itu mungkin hanya mimpi, namun biarlah ia tetap menemani, anonim.

Jika di kota mu melainkan menyisahkan kenangan, kata kata sedih lalu kenapa berat untukku memaksa pulang dan menikmati pedihnya kehilangan, anonim.

Yakinlah jika kelak kita bakal bahagia, meski dengan jalan yang berbeda-beda, anonim.

Ucap manismu selalu bisa Diterima namun tetaplah bijaksana, karena karma memang benar adanya, anonim.

Kau berhasil membunuhku dengan hal baru yang ku sebut dengan rindu, anonim.

Jika kau mengharapkan mendung, maka bersiaplah menghadapi hujan, anonim.

Kala cinta itu terlambat datang, tanah ini pun menjadi gersang dan tak sedang butuh hujan. anonim.

Seperti raja tanpa mahkota, seperti laut yang tak beriak, dan seperti bumi yang tak berotasi, maka tanpamu pun aku Tunduk anonim.

Aku malu dengan mentari yang mengawasi pagi tadi, disaat aku memandangi dirimu dengan Pepet anonim.

Memandangi wajahmu yakni candu, karena senyummu ialah vitalitas bagiku, namun cintamu hanyalah Cita-cita untukku, anonim.

Mungkin diri ini terlalu lama mengartikan peta yang kau berikan, hingga saat ku temukan, yang ada kecuali bekas perjuangan dan kenangan yang telah Penyakitan anonim.

Kilau wajahmu bisa saja terpahat di atas kanvas, namun cintamu yang hangat tak lagi bisa terlintas, anonim.

Aku tak setelah berjuang menghapus kenangan, namun yang ku lakukan melainkan mencari jalan agar terbiasa tanpamu dengan menghentikan tragis, anonim.

Aku lebih menekadkan duduk di sebatang tumbuhan rindang ini. Karena yang ku tahu masa lalu dapat kaya di tempat lain, anonim.

Jika kau tahu nafas ini ugahari memikirkanmu, dan arah pandang ini tertuju untuk menatapmu, maka jadikanlah aku andaikan wanitamu, meski bukan yang paling baik untukmu, anonim.

Dan terimalah aku di depan pintumu, bersama kenangan rindu yang tinggal hangat saat kau menikmati dalam dekapanku, anonim.

Layaknya kenangan yang ingin dilupakan, semakin Bersukacita semakin menjadi Abuk anonim.

Butuh waktu untuk melupakanmu, tapi kau butuh dia untuk melupakanku, anonim

Hangatnya elusan tanganmu lagi terasa dalam benakku, dan lembutnya kulit tengah terasa sentuhannya. Namun entah mengapa indah hatimu tak tengah bisa aku rasakan dalam jiwaku, anonim.

Layaknya menerkam mawar merah, kelopak warnanya mengingatkanku padamu, dan durinya seperti rasa sakit yang kau berikan, anonim.

Aku menekadkan agar bisa tinggal bersama segenap rasa yang tak mungkin berubah sejak dulu, namun nyatanya melainkan bayanganmu yang tersisa untukku, anonim.

Layaknya hujan, setiap langkahku akan senantiasa terus menghampirimu, namun anda tetap berjalan jauh menghindariku, anonim.

Biarkan saja aku mendarat dalam rindu yang tak tertuntaskan ini, dan air mata yang lebih jatuh Seterusnya anonim.